Membuat video berkualitas broadcast dengan SMARTPHONE





Saya saat ini bekerja sebagai juru kamera pada sebuah stasiun televisi, kamera yang kami gunakan adalah barang yang sangat mahal harganya antara puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. nah di era jaman now saat ini kualitas yang sama bisa kita dapatkan hanya dengan sebuah kamera ponsel saja. Jika kalian sudah memiliki smartphone, kita sangat sudah bisa memiliki kualitas gambar yang setara dengan kamera video High Definition. Dan hanya karena smartphone itu barang yang sangat kecil, jangan berpikir itu tidak bisa membuat video hebat.dan bagus.


Saat ini sendiri sudah banyak sekali video video profesional telah dibuat dengan dengan menggunakan smartphone. bahkan televisi asing di luar negeri telah melatih ratusan VJ - Jurnalis Video untuk merekam berita, menedit , mengirim juga melakukan live report dengan menggunakan smartphone. Sebagian besar surat kabar online pun di Eropa dan AS juga melakukan video akhir-akhir ini juga dengan menggunakan smartphone.

sebagai contoh "Bentley Motors" sebuah perusahaan mobil mewah tersebut menghasilkan sebuah film dokumenter pendek tentang mobil mereka sepenuhnya dengan iPhone.



"Quote: Kamera terbaik adalah kamera yang Anda miliki saat ini"

Memang ini adalah pembuat film profesional yang menggunakan lensa tambahan, stabilizer dan peralatan pembuatan film lainnya, namun satu-satunya kamera yang mereka gunakan adalah iPhone. smartphone bisa membuat video profesional yang sangat impresif. 





saya akan memberikan beberapa tips buat kalian untuk mengambil gambar video profesional dengan menggunakan smaphone :

Hal paling pertama sebelum mengambil gambar video, apakah baterai smartphone kalian sudah terisi penuh? Apakah kalian memiliki cukup ruang penyimpanan - kartu SD atau memori internal ? ambil gambar video beberapa detik dengan suara lalu putar kembali untuk memastikan semuanya merekam dengan benar. Dan tutup semua aplikasi lainnya untuk menghindari smartphone overload saat melakukan pengambilan gambar.


1. Rekam gambar dalam mode landscape (menyamping). Sama seperti layar TV kalian adalah format horizontal, begitu juga video. Jangan mengambil gambar video dalam format potret (tegak).

2. Jangan pernah mecoba melakukan zoom terutama jika kita menggnakan smartphone. Bila kalian menginginkan gambar close-up. ambilah gambar video dengan cara mendekati ke subjek. Ini akan jauh lebih baik daripada kita melakukan zoom di kamera. Melakukan zoom in dan zoom out menandakan kalian adalah seorang amatir.

3. Jika merekam video di luar ruangan, bisa jadi sangat sulit melihat lampu merah di layar untuk mengetahui Anda sedang merekam gambar. Luangkan waktu sejenak membuat pelindung cahaya untuk layar smartphone kalian. Bila kalian tahu itu pasti merekam, lebih baik menjalankannya dari pada risiko membuat kesalahan ketika kalian berpikir smartphone sudah melakukan proses perekaman dan ternyata masih dalam kondisi di pause (di jeda perekamannya). 
Atau kalian juga bisa menghindari teriknya matahari dari layar dengan topi, payung atau penutup lain yang bisa anda buat sendiri.

4. Faktor audio juga merupakan bagian terpenting dari video, bahkan itu yang paling sangat penting. Alasan utama audio terdengar sangat buruk di beberapa video adalah mikrofon terlalu jauh dari subjek. Jadi untuk mendapatkan audio yang bagus, bergerak lebih dekat ke subjek - 3 atau 4 kaki. Untuk hasil perekaman yang audio yang bagus, kalian nantinya dapat menambahkan musik, narasi, atau wawancara ke trek audio.

Untuk Kasus smartphone yang memiliki fitur tahan air dapat menurunkan kualitas audio. 

5. Perhatikan baik-baik fakor cahaya pada subjek. Dapatkah Anda melihat mata subjek? Bayangan memberi petunjuk dari mana cahaya itu berasal. Jika lampu itu berasal dari belakang subjek, video Anda akan terlalu gelap. Bergeraklah sehingga cahaya ada di belakang Anda.

6. Gunakanlah tripot untuk menjaga gambar tidak goyang goyang, Jika kalian tidak memiliki tripod jika kalian bisa berlatih memegang kamera atau smartphone dengan mantap dan tetap melotot. Ingat tidak adamelakukan zoom.

Semua pengambilan gambar ini menghasilkan gambar yang statis. Subjek bisa bergerak tapi bukan kamera. Tidak ada zoom tidak ada panning, tidak gemetar.


Jika ada sebuah suasana dimana kalian menemukan seseorang yang sedang membangun perahu kayu kecil. Inilah cara Anda bisa mengambil gambar:

Pertama dapatkan closeup di tangan subjek yang menunjukkan apa yang sedang terjadi. Dapatkan gambar  ini dengan menggerakkan kamera Anda ke subjek. Jangan zoom untuk mendapatkannya. Itu akan membuat gambar goyang. Buat itu jadi terlihat cantik lalu tekan tombiol record. Dapatkan 10 detik dan kemudian pindah ke gambar berikutnya.


Sebuah closeup di wajah menunjukkan tangan siapa yang bekerja. Kalian mungkin ingin merekam melihat mata mereka jika mereka melihat ke bawah. Buat ini gambar yang bagus. Pegang smartphone itu dengan sangat mantap, tidak ada gerakan kamera. Sepuluh detik dan terus maju.


Sekarang bergerak mundur dan dapatkan gambar wide (suasana) yang menunjukkan lingkungan dimana ini terjadi. 10 detik

Masuk lagi dan rekam gambar di bahu pembangun kapal. gambar ini ini akan menghubungkan tiga gambar sebelumnya

Sekarang cari gambar yang tidak biasa, atau side / low angel memberikan konteks. Sekali lagi dapatkan sepuluh detik.

Akhirnya, wawancarai subjek. dengan jarak - 3 atau 4 kaki jauhnya sehingga mikrofon Anda akan terdengar bagus. Ajukan sebuah pertanyaan utama tentang pekerjaannya. Bagaimana perasaan Anda tentang membangun kapal ini? Kalian tetap fokus merekam suaranya. jadi kalian jangan bicara selama wawancara. Biarkan subjek yang di wawancarai melakukan pembicaraan.

Hasil rekaman gambar ini akan sangat mudah di edit nanti nya..

Mungin demikian sedikit tips membuat video profesional dengan menggunakan smartphone..

No comments:

Jakarta - Bandung Cuma 35 Menit..!! di Kecepatan 350 km/jam

Beberapa hari lalu saya berkesempatan untuk ikut dalam uji coba kereta api cepat Jakarta - Bandung dengan kecepatan 350km/jam. saya mendapat...

Powered by Blogger.